Babakan siliwangi yang terletak di sepanjang jalan Babakan Siliwangi, Bandung saat ini kembali menjadi pembicaraan hangat. Perkembangan beritanya selalu ditunggu-tunggu oleh berbagai pihak dari kalangan pemerhati lingkungan, seniman, budayawan, dan mahasiswa. Isu pembangunan ini sebenarnya sudah ada dari tahun 2002 yang kemudian disusul insiden terbakarnya restoran Babakan Siliwangi tahun 2004. Namun belakangan isu ini lagi-lagi naik ke permukaan.
Pada mulanya daerah ini diresmikan pada tahun 1982 oleh Menteri Pariwisata Joop Ave dan diperuntukkan sebagai sentral kehidupan seni rupa di kawasan Kota Bandung. Tanah dan bangunannya milik Pemerintah Kota Bandung dan seniman tinggal di sana tanpa ditarik retribusi sepeser pun.
Secara ekologis, daerah ini merupakan ruang terbuka hijau dan daerah resapan air. Setelah dibangun Sabuga dan Saraga, Babakan Siliwangi dikatakan tinggal memiliki 7 sumber mata air dari 13 yang telah ada sebelumnya. Sumber mata air yang ada telah difungsikan secara komersial oleh perusahaan Air Mineral Ganesha. Selain itu mata air ini juga menjadi sumber air bagi warga sekitar sampai daerah Plesiran.
Semenjak menjadi walikota pada 2003-2008, Dada Rosada telah menandatangani MOU dengan PT Esa Gemilang Indah untuk membangun kawasan Babakan Siliwangi sampai 2027. Pada mulanya warga diming-imingi dengan akan dibangun kompleks Pusat Budya Jawa Barat sebagai pusat kesenian Jawa Barat. Namun belakangan diketahui kalau PT EGI akan membangun restoran dan 7000 m2 galeri seni sementara pemerintah akan membuat bangunan parkir tingkat tiga. Itu selain isu yang mengatakan bahwa kawasan tersebut akan dibangun mal, apartemen, dan gedung bioskop Blitz Megaplex.
Pada 5 Juni 2008 sebagian aktivis lingkungan mengadakan diskusi yang mengundang Bakal Calon Walikota Bandung. Dada Rosada menjadi satu-satunya bakal calon yang tidak hadir saat itu. Namun Ayi Vivanda (wakil Dada) terlihat hadir dan memberikan statement yang secara eksplisit menolak pembangunan. Dikutip dari galamedia.com:
Sementara itu, Ayi Vivananda menuturkan, meski akan disandingkan dengan incumbent, namun untuk pembangunan apartemen di Babakan Siliwangi, pihaknya akan meminta untuk dibatalkan. “Babakan Siliwangi ini, wajib hukumnya untuk dijadikan wahana ruang hijau terbuka. Karena generasi kami membutuhkan itu,” tegas Ayi.
Banyak pihak yang telah resah isu ini. Banyak yang telah beraksi dengan cara masing-masing. Ada petisi online yang telah mengumpulkan lebih dari 3500 petisi. Berbagai media elektronik juga telah membahasnya. Berbagai pihak juga telah mengulik hal ini.
Keluarga Mahasiswa ITB beraksi dengan caranya sendiri. Mereka mengumpulkan tanda tangan untuk menolak pembangunan. Tanda tangan terkumpul sekitar 2500 tanda tangan. Kemarin pada Selasa, 16 September 2008 Keluarga Mahasiswa ITB menggelar aksi saat pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung berlangsung di Gedung Merdeka Jalan Asia-Afrika, Bandung. Long March digelar dari Simpang Lima sampai depan hotel Preanger. Massa membawa spanduk putih berukuran 1×4 meter sambil menutup mulutnya dengan lakban hitam. Beberapa spanduk yang dibawa mereka, antara lain bertuliskan “Save Baksil, Save World”.
Babakan Siliwangi memiliki nilai Ekologis yang sangat besar bagi lingkungan. Dari segi sosial, pembangunan ini akan mengganggu fungsi yang telah ada sebelumnya.
Mari kita tolak pembangunan Babakan Siliwangi!!!
Demi Bandung yang lebih baik!!

tutu1ng said
setuju, ntah vava yang ada di pikiran orang-orang itu, semuanya dijadikan beton, dijadikan lahan bisnis. Mau mati apa?
*atau sebenernya kita yang ga tau bahwa yang mereka lakukan itu ga membahayakan masa depan kita? Dikaji lewat mana pake cara apa ya?
jajang said
Waduh Waduh
TOLAK, TERIMA….
teman teman…..kita ini harus hati hati dengan potensi ‘tangan -tangan ‘ yang tidak terlihat…….
Saya 1 minggu 2x olahraga dan lari dikawasan tersebut……..dari sejak terbakarnya rumah makan yang dulu terbangun megah………sampai dengan kumuh dan tidak terurusnya kawasan itu sekarang…..
Sebelum kita TOLAK maupun TERIMA, kita patut melihat beberapa fakta dahulu………………..
Bangunan dan perusahaan Air Ganesha itu sendiri ada dan dioperasikan konon oleh dosen dan pimpinan kampus kita sendiri…..kumaha atuh?
Malah salah satu tokoh yang bersuara paling keras menolak revitalisasi kawasan tersebut bukannya adalah pengusaha di Air GAnesha itu?
Rasanya saya sulit menerima kalau ada orang yang jelas ikut merusak lingkungan dengan menyedot air tanah dan menjualnya lalu sekarang berteriak Selamatkan lingkungan…..Pasti ada apa apanya……
Sering semangan muda dan idealist kita di manfaatkan oleh segelintir tangan yang ujungnya membuat uang demi gaya dan seolah memiliki kekuatan untuk menolak maupun menerima……..
Mari kita simaki……..
Jajang
ikhsanputra said
@jajang
“Rasanya saya sulit menerima kalau ada orang yang jelas ikut merusak lingkungan dengan menyedot air tanah dan menjualnya lalu sekarang berteriak Selamatkan lingkungan…..Pasti ada apa apanya……”
punten jajang,mo nanya,ada yang kurang saya mengerti. kenapa tindakan mengambil & mengelola sumber mata air yang ada disebut ikut merusak lingkungan?? maap mungkin saya yang belum tahu,memangnya Air Ganesha itu merusak lingkungan?
“Sering semangan muda dan idealist kita di manfaatkan oleh segelintir tangan yang ujungnya membuat uang demi gaya dan seolah memiliki kekuatan untuk menolak maupun menerima……..”
kalo menurut saya asas kita bergerak mah kebenaran ilmiah aja. kalau sudah dikaji bahwa penolakan yang perlu kita lakukan, ya udah bergerak aja. sekarang sudah bukan saatnya kembali ke tahap kompromi. kalau ternyata ada pihak yang sependapat dengan kita, baguslah. jadi paradigmanya paradigma kebenaran sehingga tidak mudah muncul prasangka. tu menurut saya…
eniwei, makasih udah mampir… ^^
tmroffi said
Indahnya lari di Sabuga adalah saat melihat tumpukan pepohonan hijau nan menyejukkan hati,,
Jangan sampai ini hanya menjadi kenangan yang kita ceritakan pada adek, anak, ataupun cucu kita!
cobalah lakukan internalisasi faktor eksternal, terutama lingkungan dalam analisa industri.
Kali ini, lingkungan harus menang dari sekadar rupiah!
aidillapradini said
Wah, mau ada apartemen sama Blitz megaplex segala? Parah. Bakal bikin macet, bikin panas…
Oya sigma, blognya gw link ya…
Agustian said
gimana perkembangannya babakan shiliwangi sekarang kang?
sempat dapat email, isinya petisi untuk nolak pembangunan dikawasan itu..
huh…bandungku..heurin ku tangtung…
salam