Sadar

Salah satu kenikmatan bertambah dewasa bagi gue adalah menyadari adanya stigma, stereotype, atau prasangka yang ada dalam diri gue sendiri yang mempengaruhi pola pikir.

Awalnya sebenernya kita ga ngeh kalau kita berpikir ataupun memandang dunia dengan kacamata tertentu. Kita memandang ‘A’ sebagai ‘A’ karena dari kecil kita diajari ‘A’ adalah ‘A’. Begitu kita bertambah usia (dan kedewasaan), kita sadar dan mengerti kenapa ‘A’ adalah ‘A’. Dan kalau mau usaha dikit (baca:belajar) kita jadi tahu ‘B’, ‘C’, ‘D’, dst.

Seiring waktu juga, kita terkadang diberi kesempatan untuk melihat ‘A’ dari sisi lain, yang frankly bisa bikin berdecak kagum sendiri. Wow momen ini yang sampai detik ini gue syukuri, entah dari hal kecil sampai hal besar. Hal kecil seperti kenapa kita melihat sebuah warna, gravitasi. Dan hal besar menyangkut pemikiran ‘why I am the way I am’ atau pemikiran seperti ‘ternyata selama ini gue rasis’.

Keterbukaan pikiran itu ternyata ada banyak layer-nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s